Entri yang Diunggulkan

pahlawan nasional

Thomas Matulessy Pattimura Julukan Pattimura Lahir 08 Juni 1783 Haria, Saparua , Maluku , Hindia Belanda Meninggal 16 D...

Senin, 22 Agustus 2022

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DALAM ISLAM

        A. Pengertian

Manusia secara pribadi memiliki hasrat memenuhi kebutuhan secara umum, yaitu kebutuhan ekonomis, kebutuhan biologis dan lain sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan ini manusia tidak dapat berdiri sendiri, ia harus bekerja sama dengan orang lain atau masyarakat.

Kehidupan manusia adalah sebuah dinamika yang memadukan manusia dengan sesamanya dan lingkungannya. Dinamika manusia merupakan ungkapan jiwa manusia sebagai makhluk yang berakal budi dan sebagai makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk sosial ialah manusia yang merupakan makhluk hidup bermasyarakat dan setiap manusia hidup tidak lepas dari manusia lainnya. Hal itu dibuktikan dengan manusia memiliki dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam upaya memenuhi kebutuhan. Makhluk sosial adalah makhluk yang terdapat beragam aktivitas dalam lingkungan sosial

Jadi manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosial sebagai wadah untuk bersosialisasi, rasa kebersamaan, keinginan untuk bergaul dan berkumpul, bermasyarakat. Tanpa bantuan manusia lain, manusia tidak dapat berjalan tegak, tidak dapat berbicara, tidak dak dapat menggunakan tangan dan tidak dapat mengembangkan potensi kemanusiaan.

Manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, yaitu :

1. Manusia tunduk pada norma sosial, aturan

2. Perilaku manusia mengharapkan penilaian dari orang lain

3Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

4Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia

 

Seorang sosiolog Amerika Charles Cooley mengemukakan mengenai teori yang diberi  nama looking glass-self tentang individu yang membayangkan dirinya sebagai orang lain. Cooley berpendapat bahwa looking glass-self terbentuk melalui 3 tahap. Pada tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahapan berikutnya seseorang mempunya persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. Dari teori ini menguatkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang memiliki keterkaitan antara satu dan lainnya.

Kemudian menurut George Herbert Mead, pada tahap pertama, play stage, seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. Peranan orang dewasa lain dengan siapa ia sering berinteraksi. Tahap kedua game stage, seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Contoh dari Mead, ialah keadaan sebuah pertandingan : seseorang anak yang bermain dalam suatu pertandingan tidak hanya mengetahui apa yang diharapakan orang lain darinya, tetapi juga apa yang diharapkan dari orang lain yang ikut bermain. Pada tahap ketiga sosialisasi, seseorang dianggap telah mampu mengambil peranan-peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat yang disebut dengan generalized others.

B. Tafsir Ayat Tentang Manusia

1.     Tafsir Fathul Qadir Surah Al-Baqarah Ayat 8

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ

Artinya: “Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”

Kata al-nas dalam QS.Albaqarah ayat 8 di atas ditafsirkan dalam Fathul Qadir sebagai bentuk jamak dari kata إنسان atau إنسانية dan dengan diikuti huruf من sebelumnya menandakan sebagian manusia, karena huruf tersebut faidahnya untuk تبعيض. Sehingga, maknanya dalam ayat ini adalah hanya sebagian manusia saja yang mengatakan beriman kepada Allah dan hari akhir akan tetapi sebenarnya mereka mengingkari. Jadi bukan semua manusia.

 

2.     Tafsir Al-Kasyaf Surah Al-Hujurat Ayat 13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Az-zamakhsyari di dalam tafsirnya Al-Kasysyaf menjelaskan bahwa, di dalam ayat ini Allah memberitahukan kepada manusia bahwa mereka diciptakan dari asal yang satu, yaitu Adam dan Hawa. Semua mereka sama di mata Allah, maka tidak ada alasan untuk berlaku sombong dan berbangga diri antara satu sama lainnya dalam nasab, karena semuanya berasal dari satu keturunan. Maka, yang menjadi pembeda di antara mereka adalah sebarapa besar tingkat ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.

C. Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Meskipun memiliki tanggung jawab yang penuh terhadap dirinya sendiri, manusia juga membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dilakukan dengan bersosialisasi atau bermasyarakat dengan manusia lainnya. Dorongan dari lahir memaksa mereka untuk selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk di masyarakat, sehingga dengan sendirinya mereka akan berinteraksi dengan masyarakat. Ciri manusia sebagai makhluk sosial adalah dengan adanya interaksi sosial dalam hubungannya dengan manusia lain. Secara garis besar, ada beberapa faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia dengan manusia lainnya, yaitu tekanan emosional, harga diri, dan isolasi sosial[1].

1.     Tekanan emosional

Tekanan emosional yang tinggi membuat manusia bersimpati dan berempati dengan apa yang terjadi pada manusia lainnya, sehingga mendorong mereka untuk membantu manusia tersebut keluar dari permasalahannya ataupun ikut merasakannya.

2.     Harga diri

 Harga diri mendorong manusia untuk berinteraksi dengan orang lain. Ketika kondisi harga diri mereka rendah, maka mereka akan terpacu untuk melakukan hubungan dengan orang lain karena pada kondisi ini mereka membutuhkan dukungan atau kasih sayang dari orang lain untuk bangkit dari masalahnya.

3.     Isolasi sosial

Isolasi sosial memaksa seseorang untuk bersoasialisasi dengan manusia lainnya yang memiliki pemikiran yang sepaham agar terbentuk interaksi sosial yang harmonis. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa alasan mengapa manusia disebut dengan makhluk sosial[2]. Adapun alasan – alasannya adalah sebagai berikut :

1. Manusia patuh pada aturan yang berlaku.

2. Manusia memiliki kecenderungan untuk dinilai oleh orang lain. 

3. Manusia harus memenuhi kebutuhan dalam berinteraksi dengan orang lain.

4. Manusia dapat mengembangkan potensinya apabila berada di tengah – tengah masyarakat[3].

D. Ciri-ciri Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Berikut ciri-ciri manusia sebagai makhluk sosial:

1. Suka bergaul

2. Suka bekerja sama

3. Hidup berkelompok

4. Memiliki kepedulian terhadap orang lain

5. Tidak bisa hidup sendiri

E. Ciri- ciri Manusia Sebagai Makhluk Sosial yang Bermoral

Manusia memiliki toleransi dan kepedulian terhadap orang lain ketika bersosialisasi.

Contoh perilaku manusia sebagai makhluk sosial yang bermoral:

1. Bergotong-royong membersihkan desa

2. Mengunjungi orang sakit

F. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Dalam Islam

Islam memiliki tujuan utama yaitu menciptakan masyarakat yang adil berdasarkan etika. Apakah individu yang lebih penting dalam masyarakat adalah instrumen yang diperlukan di dalam penciptaannya atau sebaliknya, hal tersebut merupakan permasalahan akademis, karena tampaknya individu dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Tidak ada manusia sebagai individu tanpa adanya masyarakat.

Oleh karenanya, menurut Fazlur Rahman, konsep amal perbuatan manusia yang ditawarkan al-Qur’an, senantiasa dan hanya berarti di dalam sebuah konteks sosial. Disinilah manusia dipertemukan pada dua sisi kesadaran. Pertama, kesadaran pada keberadaan (eksistensi) dari sendiri sebagai suatu diri (individualitas), dan Kedua, kesadaran pada keberadaan (eksistensi) bersama orang lain atau kebersamaan (sosialitas). Kedua kesadaran tersebut merupakan dua aspek yang berpadu sebagai suatu kesatuan, ibarat dua sisi mata uang, yang dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan. Aspek yang satu menunjang yang lain dan sebaliknya, yang memungkinkan manusia hidup secara manusiawi.

Kesadaran individualitas menekankan manusia sebagai individu yang otonom dalam mengantarkannya menjadi manusia yang beriman. Akan tetapi sulit dibantah bahwa dalam otonomi individu tidak memerlukan individu yang lain. Dalam keterhubungan (korelasi dan komunikasi), setiap individu di satu pihak menjadi semakin otonom, sedang di pihak lain mewujudkan penerimaan dan penghargaan atas otonomi individu yang lain. Dalam hubungan itu manusia menjalankan hakikat sosialitasnya, yang hanya mungkin terwujud apabila ada orang lain.

Untuk memahami konsep manusia sebagai makhluk sosial dalam perspektif Islam, terdapat dua konsep dasar manusia berkenaan dengan hakikat sosialitasnya.

Pertama, istilah insan jika dibandingkan dengan istilah lain yang menunjukkan makna manusia (seperti basyar, bani adam dan zurriyat adam), mengandung makna konsep manusia sebagai makhluk yang memiliki sifat keramahan dan kemampuan mengetahui yang sangat tinggi, yang dengannya dapat dipahami sebagai makhluk kultural dan sosial.

Konsep manusia sebagai makhluk kultural terlihat dalam pernyataan al-Qur’an bahwa manusia dilengkapi dengan sarana pengetahuan pendengaran, penglihatan, dan budi sehingga mereka dapat memperoleh pengetahuan meskipun dilahirkan dalam keadaan tidak tahu sama sekali seperti dikemukakan oleh QS. An-Nahl : 78.

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

Sedangkan konsep manusia sebagai makhluk sosial ini dipertegas dengan beberapa pernyataan al-Qur’an yang menegaskan tentang kejadian manusia dalam berbagai suku dan bangsa dan dimaksudkan agar mereka membentuk pergaulan hidup bersama (QS. Al-Hujurat :13), saling membantu dalam kebaikan (QS. Al-Maidah : 2), dan penegasan al-Qur’an tentang kebahagiaan manusia yang terkait dengan hubungan manusia dengan sesamanya (QS. Ali Imran : 112). Ayat-ayat tersebut adalah:

QS. Al-Hujurat :13.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.(Q.S al-Hujurat: 13)

Q.S Al-Maidah :2

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

 “… Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Q.S Al-Maidah: 2)

Q.S Ali Imran:112

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْبِۢيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas” (Q.S Ali Imran: 112)

Kedua, Jika dibanding dengan fungsi manusia sebagai abdullah, maka fungsi manusia sebagai khalifah lebih menekankan peran manusia sebagai makhluk sosial dalam menginternalisasikan tugas kebudayaan yang berciri kreatif pada kehidupannya, agar selalu dapat menciptakan sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan masyarakat.

Tugas ini diemban manusia karena manusia dipandang mempunyai kemampuan konseptual dengan watak keharusan eksperimen berkesinambungan sampai menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup di muka bumi. Dalam hal ini, syahminan Zaini menyatakan bahwa sebagai khalifah, manusia bertugas mensyukuri segala nikmat itu sesuai dengan kehendak Sang Pemberi Nikmat, yakni dengan berkarya kreatif, memakmurkan bumi, membudayakan alam atau mengkulturkan natur.

Tugas terakhir ini, pada dasarnya secara implisit menggambarkan konsep metafisis-antropologis-nya Islam tentang manusia dengan pandangan yang positif dan konstruktif. Dalam Islam, manusia tidak hanya ditempatkan secara simplikatif sebagai bagian sistematik dari realitas makro kosmos, lebih jauh Islam menuntut peran kreatif manusia untuk mengelola alam sebagai sumber daya material (material resource) sebagai pengejawantahan tugas kemanusiaan di muka bumi.

Kedua konsep dasar tersebut telah meletakkan dasar yang kuat bahwa pandangan tentang manusia menurut al-Qur’an bukan saja diposisikan sebagai makhluk yang individualistik, tetapi juga sebagai makhluk sosial. Oleh karenanya, secara rinci, al-Qur’an juga mengemukakan beberapa penegasan normatif mengenai bagaimana mewujudkan kebersamaan (sosialitasnya) sebagai bagian dari hakikat manusia, di antaranya adalah sebagai berikut:

1.      Kewajiban berbuat baik, menghormati dan menghargai orang lain, menyerukan kebaikan dan mencegah kejahatan seperti dikemukakan dalam QS. An-Nisa : 36, Ali Imran : 104 dan 110, at-Taubah : 71, yaitu

  وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”.(Q.S An-Nisa: 36).

 

2.      Kewajiban manusia untuk saling tolong menolong seperti dikemukakan dalam QS. Al-Ma’idah : 2:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

 

3.      Kewajiban manusia untuk berbuat adil seperti dikemukakan dalam QS. An-Nisa : 58 dan 135, QS. As-Syura : 38, QS. Al-An’am : 119, yaitu:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.(Q.S An-Nisa: 58)

 

4.      Kewajiban manusia untuk tidak berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, saling menggunjing, dan saling mencaci maki seperti dikemukakan dalam QS. Al-Hujarat : 12, yaitu:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan jaganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang”.

(Q.S al-Hujurat: 12).

 

5.      Kewajiban manusia untuk menghargai hak hidup orang lain dengan tidak saling membunuh seperti dikemukakan dalam QS. Al-Maidah : 32, QS. Al-An’am : 151, yaitu:

اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

“… barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kamudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi”.(Q.S Al-Maidah: 32)

 

6.      Pada level sosial-politik al-Qur’an menguatkan unit kekeluargaan paling dasar dan masyarakat muslim yang lebih besar dengan meniadakan rasa kesukuan. Semua kaum muslimin dinyatakan bersaudara; Bersama-sama mereka tidak dapat digoyahkan sebagai sebuah bangunan yang kokoh, seperti dikemukakan QS. Al-Hujarat : 10, ash-Shaf : 4, yaitu:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah alah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.(Q.S Al-Hujurat: 10)

 

7.       Al-Qur’an menyuruh kaum muslimin untuk menegakkan prinsip-prinsip syura dalam melaksanakan urusan bersama seperti dikemukakan dalam QS. Asy-Syura : 38, yaitu:

وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۚ

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; Dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka”.(Q.S Asy-Syura: 38)

 

8.      Al-Qur’an menyuruh kaum muslimin untuk menegakkan tata sosial moral yang egalitarian dengan melakukan reformasi terhadap dunia. Untuk tujuan itulah, al-Qur’an menyerukan jihad sebagaimana dikemukakan dalam QS. Al-Hajj : 41, QS. At-Taubah : 41, Yaitu:

اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ

“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma‟ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”(Q.S Al-Hajj: 41).


 

KESIMPULAN

 

Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompok saling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial dan hidup berkelompok dalam kehidupan sehari-hari, tentu tidak luput dari namanya interaksi atau komunikasi. Komunikasi mempermudah manusia dalam berinteraksi, sehingga maksud dan tujuan yang mau disampaikan dapat terwujud. Dalam hal ini manusia memiliki dan kepentingan yaitu kepentingan pribadi dan kepentingan bersama (masyarakat). Manusia secara pribadi maupun sebagai makhluk sosial ingin memenuhi kebutuhan secara umum, yaitu kebutuhan ekonomis, kebutuhan biologis dan lain sebagainya.

Untuk memenuhi kebutuhan ini manusia tidak dapat berdiri sendiri, ia harus bekerja sama dengan orang lain atau masyarakat. Tanpa mengadakan kerja sama dan hubungan keutuhan tersebut tidak akan dapat terpenuhi, oleh sebab itu manusia baik secara pribadi maupun secara bersama saling memerlukan dan saling melakukan hubungan. Manusia sebagai makhluk sosial adalah manusia yang senantiasa hidup dengan manusia lain (masyarakatnya). Ia tidak dapat merealisasikan potensi hanya dengan dirinya sendiri. manusia akan membutuhkan manusia lain untuk hal tersebut, termasuk dalam mencukupi kebutuhannya



[1]             Soetomo, Efektifitas Kebijakan Sosial Dalam Pemecahan Masalah Sosial, Dimuat dalam Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Volume 15, Nomor 1, Juli 2011, hlm (15-28).

[2] Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III, Suriani, Kajian Masyarakat Indonesia, (Jakarta, 1998-1999) hlm 46.

[3] H. Abuddin Nata, Tafsir Ayat-ayat Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009) hlm.46-47

Kamis, 03 Maret 2016

JUSTIN BIEBER JADI AKTOR FAST FURIOUS 8?

Usai tampil sekilas di Zoolander 2, Justin Bieber rupanya semakin ketagihan untuk menekuni seni peran. Buktinya, pelantun Love Yourself ini dikabarkan bakal terlibat di dua film sekaligus, Pitch Perfect 3 dan Fast and Furious 8.
Seperti dilansir Movie Pilot, Bieber bakal ikut ambil bagian dalam film Pitch Perfect 3 sebagai ketua dari The Treblemakers. Dengan kata lain, suara emas dari mantan kekasih Selana Gomez ini akan mendominasi dibanding pemain lainnya.
Tak puas sampai di situ, Bieber pun santer dikabarkan bakal ikut terlibat di film kedelapan seri Fast and Furious. Meski belum diketahui apa peran yang akan dilakoni, namun kemungkinan besar ia tidak dinobatkan untuk menggantikan Paul Walker.
Ya, keberadaan Paul Walker di Fast and Furious 8 memang masih menjadi misteri sampai saat ini. Paul diketahui meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil pada 2013 lalu. Saat itu, Paul belum merampungkan syuting seri ketujuh. Dua adiknya pun dituntut untuk 'menghidupkan' Paul dengan bantuan CGI.
Jika benar Bieber terlibat di Fast and Furious 8, maka ia akan banyak melakukan adegan balapan mobil dengan kecepatan tinggi. Pria yang dua hari lalu baru saja genap berusia 22 tahun itu bakal berada di kubu Dominic Toretto (Vin Diesel).
Selain Justin Bieber, aktris Charlize Theron juga dirumorkan terlibat di film arahan sutradara F. Gary Gray tersebut. Mengambil lokasi syuting di Islandia, film Fast and Furious ditargetkan rilis pada 14 April 2017 mendatang.

Kamis, 04 Februari 2016

cara menambah animasi bergerak atau kursor di blogger


1. Login ke blogger sobat "Login Blogger"
2. Pilih "Tata Letak"
3. Kemudian Klik "Tambah Gadget" Dimana yang sobat inginkan.
4. lalu Pilih Menu "HTML/JavaScript"
4. Copy & paste kan "Kode HTML" animasi atau kursor yang diinginkan.
5. Terakhir "Simpan".

Minggu, 31 Januari 2016

MASHUP JUSTINBIEBER

MASHUP Justin bieber 

 Hasil gambar untuk justin bieber

https://youtu.be/cSRHOj1HlvM
https://youtu.be/qk-wFDS-Bw8
https://youtu.be/bKI9VXaxkEk
Hasil gambar untuk justin bieber what do you mean
https://youtu.be/sNAQJ_oMPso
https://youtu.be/3nhiY-yeCJw
https://youtu.be/6FE6FL7I-XQ
https://youtu.be/VMSg0qec68Q
https://youtu.be/1jZ7pE6XmOA
https://youtu.be/Y4w8zbyHPyA
https://youtu.be/ogJ5v4pfsoc
https://youtu.be/y7xNYHrpodk
Hasil gambar untuk justin bieber love yourself
https://youtu.be/SeAmpHNa1bo
https://youtu.be/MkGo5c-l0RY
https://youtu.be/rnyrgrF590M
https://youtu.be/Z1V6KnmvXtc
https://youtu.be/Ib7nhTgwVqk
https://youtu.be/vQoRcmq_Ymc


makasih udah berkunjung

sumber you tube

Kamis, 28 Januari 2016

Cara menambahkan gadget pengikut


A.Cara menambahkan gadget pengikut :



1. Login ke blogger
2. Dari dasbor klik opsi lainnya
3. Klik tataletak
4. Klik tambah gadget
5. Klik gadget lain
6. Tambah pengikut
7. Klik dan simpan


 B.  Menambah Pengikut Sejumlah teman 1 kelas
    a. Buka blog teman anda
    b. Klik Join This Site, terus ikuti petunjuk pengisian sampai selesai